Lompat ke konten
Rp KalkulatorHR Semua Tools

Kalkulator BEP (Break Even Point)

Hitung titik impas usaha Anda dalam unit dan rupiah dari biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual.

Rp

Sewa, gaji tetap, penyusutan, dll.

Rp

Bahan baku, kemasan, komisi per unit.

Rp

Rincian perhitungan step-by-step

Dasar hukum

  • BEP adalah konsep akuntansi manajemen umum, tidak diatur oleh peraturan perundang-undangan tertentu — dipakai luas dalam praktik perencanaan bisnis dan studi kelayakan usaha.

Terakhir diverifikasi: 07 Juli 2026. Hasil kalkulasi adalah estimasi untuk membantu perencanaan, bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan resmi.

Cara Menghitung BEP Secara Manual

Break Even Point (BEP) atau titik impas adalah volume penjualan di mana total pendapatan sama persis dengan total biaya — usaha tidak untung, tapi juga tidak rugi. Konsep ini penting untuk menentukan target penjualan minimal sebelum sebuah usaha mulai menghasilkan laba.

Langkah 1: Hitung margin kontribusi per unit

Margin kontribusi = harga jual per unit − biaya variabel per unit. Ini adalah bagian dari setiap unit yang terjual yang tersedia untuk menutup biaya tetap.

Langkah 2: Hitung BEP dalam unit

BEP (unit) = biaya tetap ÷ margin kontribusi per unit. Ini menunjukkan berapa unit yang harus terjual untuk mencapai titik impas.

Langkah 3: Hitung BEP dalam rupiah

BEP (rupiah) = biaya tetap ÷ rasio margin kontribusi, di mana rasio margin kontribusi = margin kontribusi per unit ÷ harga jual per unit. Berguna untuk usaha dengan banyak jenis produk berbeda harga.

Contoh Kasus

Sebuah usaha kue memiliki biaya tetap Rp10.000.000/bulan (sewa dapur, gaji karyawan), biaya variabel Rp15.000/unit (bahan baku, kemasan), dan menjual dengan harga Rp25.000/unit. Margin kontribusi = Rp25.000 − Rp15.000 = Rp10.000/unit. BEP unit = Rp10.000.000 ÷ Rp10.000 = 1.000 unit. BEP rupiah = Rp10.000.000 ÷ (Rp10.000/Rp25.000) = Rp25.000.000. Artinya usaha ini harus menjual 1.000 kue seharga total Rp25 juta agar impas.

Tips Menurunkan Titik Impas

Ada tiga cara untuk menurunkan BEP: menaikkan harga jual, menekan biaya variabel per unit (negosiasi supplier, efisiensi produksi), atau menekan biaya tetap (renegosiasi sewa, otomasi). Kombinasi ketiganya biasanya paling efektif.

Kalkulator terkait: Margin & Markup dan PPh Final UMKM.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

BEP adalah titik impas — volume penjualan di mana total pendapatan sama persis dengan total biaya, sehingga usaha tidak untung maupun rugi. Di atas titik ini, setiap unit tambahan yang terjual mulai menghasilkan laba.
BEP unit menunjukkan berapa banyak unit produk yang harus terjual untuk mencapai titik impas. BEP rupiah menunjukkan nilai penjualan (dalam rupiah) yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas — berguna terutama jika usaha menjual banyak jenis produk dengan harga berbeda-beda.
Margin kontribusi adalah harga jual dikurangi biaya variabel per unit — yaitu bagian dari harga jual yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Semakin besar margin kontribusi, semakin cepat BEP tercapai.
Biaya tetap tidak berubah meski volume produksi naik/turun, misalnya sewa tempat, gaji karyawan tetap, dan penyusutan alat. Biaya variabel berubah mengikuti volume produksi, misalnya bahan baku, kemasan, dan komisi penjualan per unit.
BEP tidak akan pernah tercapai — setiap unit yang terjual justru menambah kerugian karena margin kontribusinya negatif. Kalkulator ini akan menandai kondisi tersebut sebagai tidak valid dan menyarankan Anda menaikkan harga jual atau menekan biaya variabel.

Kalkulator terkait