Lompat ke konten
Rp KalkulatorHR Semua Tools

Kalkulator Nabung Nikah

Hitung tabungan wajib per bulan menuju target dana pernikahan, lengkap simulasi dengan asumsi imbal hasil tahunan.

Disclaimer: Ini murni simulasi matematis, BUKAN saran investasi. Kami tidak merekomendasikan instrumen atau platform investasi/tabungan apa pun — konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat untuk keputusan investasi.
Rp
Rp

Catatan metode

  • Simulasi tabungan memakai rumus future value anuitas biasa (matematika keuangan standar), tidak diatur regulasi tertentu — bukan nasihat investasi.

Estimasi harga per: 09 Juli 2026. Simulasi ini adalah perhitungan matematis murni, bukan saran atau jaminan hasil investasi apa pun.

Cara Menghitung Tabungan Nikah Secara Manual

Simulasi tabungan nikah pada dasarnya adalah membagi kekurangan dana dengan sisa waktu yang tersedia — dengan opsi tambahan memperhitungkan pertumbuhan dana jika Anda mengasumsikan imbal hasil tertentu.

Langkah 1: Hitung sisa dana yang perlu ditabung

Sisa dana = target dana pernikahan − dana yang sudah ada. Jika dana yang sudah ada sudah melebihi target, sisa dana = 0 (target sudah tercapai).

Langkah 2: Hitung sisa waktu menabung dalam bulan

Sisa bulan = jumlah bulan kalender dari hari ini sampai tanggal target pernikahan (dibulatkan ke atas jika ada sisa hari).

Langkah 3a: Tanpa asumsi imbal hasil

Tabungan wajib per bulan = sisa dana ÷ sisa bulan. Ini adalah cara paling sederhana dan konservatif — uang hanya disimpan, tidak diasumsikan bertumbuh.

Langkah 3b: Dengan asumsi imbal hasil (rumus future value anuitas)

Jika Anda mengasumsikan uang tabungan bertumbuh dengan imbal hasil tahunan tertentu, gunakan rumus anuitas: FV = PMT × ((1+i)ⁿ − 1) ÷ i, diselesaikan untuk PMT (setoran bulanan): PMT = FV × i ÷ ((1+i)ⁿ − 1), di mana i = suku bunga bulanan (imbal hasil tahunan ÷ 12 ÷ 100) dan n = sisa bulan menabung.

Contoh Kasus

Target dana Rp120.000.000, tanggal target 12 bulan lagi, belum ada dana tersimpan. Tanpa imbal hasil: Rp120.000.000 ÷ 12 = Rp10.000.000/bulan. Dengan asumsi imbal hasil 6%/tahun (i = 0,5%/bulan, n = 12 bulan): PMT = Rp120.000.000 × 0,005 ÷ ((1,005)¹² − 1) ≈ Rp9.728.000/bulan — sedikit lebih kecil karena bunga majemuk membantu pertumbuhan dana.

Kalkulator terkait: Budget Pernikahan dan Gaji Bersih (hitung dulu take home pay Anda).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tidak. Kalkulator ini murni simulasi matematis (rumus future value anuitas) untuk menghitung kebutuhan tabungan bulanan — kami tidak merekomendasikan instrumen, platform, atau produk investasi/tabungan apa pun. Keputusan memilih instrumen sepenuhnya ada di tangan Anda, idealnya setelah konsultasi dengan perencana keuangan bersertifikat.
Karena dengan asumsi imbal hasil, uang yang sudah ditabung ikut "bekerja" dan bertumbuh setiap bulan (bunga majemuk) — sehingga Anda tidak perlu menabung sebesar itu dari gaji untuk mencapai target yang sama. Semakin tinggi asumsi imbal hasil, semakin kecil setoran bulanan yang dibutuhkan (dengan asumsi konsisten tercapai).
Kalkulator akan menghitung setoran bulanan yang lebih kecil dari kenyataan yang dibutuhkan — jika imbal hasil aktual ternyata lebih rendah dari asumsi, Anda berisiko tidak mencapai target tepat waktu. Gunakan asumsi konservatif dan realistis, bukan angka terbaik yang pernah Anda dengar.
Gunakan perkiraan tanggal target yang realistis (mis. akhir tahun depan) sebagai patokan perencanaan awal — Anda selalu bisa kembali dan menyesuaikan begitu tanggal pastinya ditentukan. Prinsipnya: lebih baik mulai menabung dengan estimasi kasar daripada menunda sampai semuanya pasti.
Bisa — pada halaman Kalkulator Budget Pernikahan tersedia tombol "Gunakan angka ini di Kalkulator Nabung Nikah" yang otomatis mengisi kolom target dana di kalkulator ini dengan titik tengah estimasi total budget Anda.

Kalkulator terkait