Cara Menghitung Upah Lembur Secara Manual
PP 35/2021 mengatur perhitungan upah lembur berdasarkan upah sejam, yang dihitung dari rumus 1/173 × upah sebulan (gaji pokok + tunjangan tetap). Angka 173 mewakili rata-rata jumlah jam kerja dalam sebulan berdasarkan 40 jam kerja per minggu.
Lembur di hari kerja biasa
Jam pertama lembur dibayar 1,5 kali upah sejam, dan setiap jam berikutnya dibayar 2 kali upah sejam. Contoh: upah sejam Rp20.000, lembur 3 jam → (1 × 1,5 × Rp20.000) + (2 × 2 × Rp20.000) = Rp30.000 + Rp80.000 = Rp110.000.
Lembur di hari libur/istirahat mingguan
Pengalinya lebih tinggi dan bertingkat menurut jadwal kerja perusahaan:
| Jadwal Kerja | Jam ke-1 s.d. n | Jam berikutnya | Jam berikutnya lagi |
|---|---|---|---|
| 5 hari/minggu (8 jam/hari) | 1–8: 2× | 9: 3× | 10–12: 4× |
| 6 hari/minggu (hari normal 7 jam) | 1–7: 2× | 8: 3× | 9–11: 4× |
| 6 hari/minggu (hari terpendek) | 1–5: 2× | 6: 3× | 7–9: 4× |
Perhatikan bahwa tingkat 4× berlaku untuk 3 jam berturut-turut di setiap jadwal — bukan hanya 2 jam seperti yang kadang disalahpahami dari aturan lama.
Contoh Kasus
Karyawan dengan upah sebulan Rp3.460.000 (upah sejam Rp20.000) lembur 9 jam di hari libur pada jadwal 6 hari kerja/minggu (hari normal). Rinciannya: 7 jam × 2× × Rp20.000 = Rp280.000, 1 jam × 3× × Rp20.000 = Rp60.000, 1 jam × 4× × Rp20.000 = Rp80.000. Total upah lembur = Rp420.000.
Batas Maksimal Jam Lembur
Untuk lembur di hari kerja biasa, batas maksimalnya adalah 4 jam per hari dan 18 jam per minggu (Pasal 26 PP 35/2021) — meningkat dari batas lama 3 jam/hari dan 14 jam/minggu di bawah Kepmenakertrans 102/2004. Batas ini tidak berlaku untuk lembur di hari libur/istirahat mingguan.
Kalkulator terkait: Gaji Bersih dan Gaji Prorata.